Fiverr sekarang makin padet aja. Fee 20% di situ, potongan lagi di sana, dari gig $5 kamu cuma bawa pulang $4. Aku pernah ngeliat notif “you’ve received $4” dan rasanya pengen nimpuk layar. Tapi tenang, jasa receh masih hidup kok—cuma nggak cuma di Fiverr aja. Berikut 10 situs microjob yang masih bisa diperjuangkan, dari yang udah aku coba sampe yang aku lihat temen-temen sukses di situ.

PeoplePerHour: Fiverr Versi Inggris yang Lebih “Premium”

PeoplePerHour itu kayak Fiverr tapi dengan sentuhan Inggris yang elegan. Sistemnya mirip: kamu buat offer (bukan gig) dengan harga tetap. Bedanya, client di sini rata-rata punya budget lebih besar dan nggak sebanyak di Fiverr yang nawar habis-habisan.

Fee-nya lebih manusiawi: 20% untuk project pertama sama kayak Fiverr, tapi turun jadi 7.5% kalau kamu udah kerja bareng client yang sama. Ini game-changer banget. Aku pernah dapet client dari situ yang sekarang jadi langganan, dan potongannya jadi kecil banget.

Pro-tip: Buat offer di kisaran £10-£50. Jangan terlalu murah, nanti dianggap sampah. Client UK lebih percaya sama harga yang masuk akal.

Zeerk: Fiverr Kloning Tapi Tanpa Biaya Iklan

Zeerk itu miror Fiverr banget—bentuknya, sistemnya, bahkan warnanya. Tapi kelebihannya: nggak ada fitur “promoted gig” yang bikin kamu harus ngeluarin duit dulu buat dilirik client. Semua gig diurutkan berdasarkan relevansi dan rating murni.

Fee-nya 10% dari setiap transaksi. Setengah dari Fiverr. Bayangkan, untuk gig $5 kamu dapet $4.5. Itu masih sakit tapi nggak separah $4. Kalau gig-mu $50, beda $5 dan $10 lumayan buat beli kopi.

Traffic-nya memang lebih kecil, tapi konversinya cukup bagus. Temenku yang jual jasa voice over ringan selama 30 detik biasa dapet 5-7 order per minggu di sini.

SEOClerks: Surga Jasa Digital Marketing “Receh”

Kalau kamu main di ranah SEO, backlink, social signal, atau apa pun yang abu-abu tapi masih dicari—ini surga-mu. SEOClerks fokus banget ke digital marketing. Gig paling laris? Jasa 1000 backlink, 5000 Instagram followers, atau review Google Maps.

Fee-nya 10% juga, tapi ada membership yang bisa turunin jadi 5%. Harga gig bisa dari $1 sampe $1000. Yang bikin seru: banyak client yang beli dalam jumlah besar. Aku pernah lihat seller yang jual “PDF submission to 50 sites” harganya $3, tapi client beli 50x sekaligus.

Warning: Hati-hati sama TOS platform. Jasa followers atau backlink berkualitas rendah bisa kena suspend kalo ketauan. Jual yang “white hat” meski lebih susah laku.

Upwork: Microjob di Balik Sistem Bidding

Upwork identik dengan proyek besar, tapi sebenarnya ada banyak client yang cuma butuh tugas kecil-cepet. Cari aja job post dengan durasi “Less than 1 week” dan budget di bawah $50. Biasanya ini tugas edit PDF, data entry, atau translate 500 kata.

Baca:  5 Platform Freelance Khusus Programmer Dengan Bayaran Dollar Tertinggi

Fee-nya sliding scale: 10% untuk lifetime billing client yang sama di atas $500. Di bawah itu 20%. Jadi kalau kamu bisa nge-lock client kecil yang rutin, lama-lama fee-nya turun.

Cara ampuh: Di proposal, tawarkan paket “starter” murah meriah. Misalnya, “I can do this for $15 as a test, then we can discuss larger projects.” Ini jadi jembatan buat dapet client langganan.

Freelancer.com: Wild West Bidding dengan Banyak “Junk”

Freelancer.com itu penuh dengan project murah meriah, tapi juga penuh scam dan client yang ilang setelah kerjaan jadi. Aku pernah ngeluarin 10 proposal, 8 di antaranya nggak pernah bales, 1 scam, 1 beneran dapet kerjaan $20.

Fee-nya 10% atau $5 minimum. Jadi kalau kamu menang proyek $10, tetep kena potong $5. Ini yang bikin banyak freelancer marah. Tapi kalau kamu rajin, bisa aja dapet 3-4 proyek kecil per minggu.

Tips survival: Cuma bid di project yang verified payment dan punya review sebagai client. Jangan pernah kerjain sesuatu sebelum milestone dibuat.

Guru: Platform Senior yang Masih Ada Microjob

Guru itu lebih tua dari Fiverr, interface-nya kayak website 2010-an, tapi masih hidup. Client-nya biasanya perusahaan kecil yang butuh maintenance website, update konten, atau design brosur sederhana.

Fee-nya 9% kalau pakai free account. Bisa turun jadi 4.5% kalau upgrade membership (tapi itu bayar). Payment-nya lancar via PayPal atau Payoneer. Yang aku suka: sistem SafePay-nya transparan, client harus deposit dulu sebelum kerjaan dimulai.

Kecepatan dapet job? Lebih lambat. Tapi kalau udah dapet, client biasanya loyal. Temenku yang jual jasa maintenance WordPress sekarang punya 5 client rutin cuma dari Guru.

Microworkers: Pure Microtask, Pure Cepat

Ini bukan tempat jual jasa kreatif. Ini tempat kamu dapet uang dari nge-klik, nge-review, sign-up, atau isi survey. Task-nya beneran receh: $0.10 sampe $2 per tugas. Tapi selesai dalam 2-5 menit.

Kamu bisa dapet 50-100 task per hari kalau rajin. Hitung-hitung, 50 task x $0.30 = $15 sehari. Dalam sebulan bisa $300-$400. Fee withdrawal 7% kalau pakai PayPal. Minimum payout $10.

Real talk: Ini kerjaan monoton banget. Cocok buat nambah-nambah uang sambil nonton Netflix. Jangan harap bisa bangun portofolio.

RapidWorkers: Microworkers Versi Lebih Baru

Sama kayak Microworkers, tapi interface-nya lebih modern dan task-nya sedikit lebih variatif. Banyak task dari startup yang butuh beta tester atau user feedback. Bayarannya sedikit lebih tinggi, rata-rata $0.50-$3 per task.

Fee withdrawal 6% via PayPal. Minimum payout $8. Task availability-nya nggak sebanyak Microworkers, tapi kualitasnya sedikit lebih bagus. Aku pernah dapet task review app Android yang bayar $5 cuma 10 menit.

Warning: Banyak task yang minta data pribadi. Selalu baca TOS task-nya. Jangan sampai data kamu dijual.

Latium: Microjob + Crypto

Latium itu unik. Kamu bisa dapet bayaran dalam crypto (ETH, BTC, USDT) atau fiat. Sistemnya mirip Fiverr: buat gig, tunggu client. Tapi ada juga section “Tasks” yang mirip Microworkers.

Baca:  Daftar Situs Freelance Penulis Artikel Bahasa Indonesia Yang Terbukti Membayar

Fee-nya 10% untuk semua transaksi. Yang menarik: banyak client crypto yang butuh jasa kecil kayak design logo untuk token, translate whitepaper, atau manage Telegram group. Harganya bisa lebih tinggi karena client-nya punya budget dari ICO/ID.

Catatan penting: Harga crypto fluktuatif. Kadang bayaran $50 hari ini bisa jadi $40 besok. Tapi juga bisa jadi $60. High risk, high reward.

Truelancer: Platform India dengan Pasar Global

Truelancer itu booming di India, tapi client-nya dari seluruh dunia. Banyak microjob di bidang data entry, Excel, dan virtual assistant. Fee-nya 10% untuk free member, bisa turun jadi 8% kalau premium.

Yang bikin beda: banyak client yang nyari “full-time remote” tapi bayar per task. Jadi kamu bisa dapet kerjaan rutin tanpa jadi karyawan. Temenku yang jual jasa data entry sekarang punya “remote job” tetap dari client Australia cuma lewat Truelancer.

Payment-nya via PayPal, Payoneer, atau transfer bank langsung. Minimum payout $10. Proses withdrawal-nya cepet, biasanya 2-3 hari kerja.

Bandingkan Sebelum Terjun

Biar nggak bingung, ini tabel perbandingan cepat biar kamu bisa pilih:

Platform Fee Minimum Payout Tipe Utama Kecepatan Dapet Job
PeoplePerHour 7.5-20% £10 Gig & Project Medium
Zeerk 10% $5 Gig Slow
SEOClerks 5-10% $10 Gig Fast (niche)
Upwork 10-20% $100 Bidding Slow
Freelancer.com 10% (min $5) $30 Bidding Fast (junk)
Guru 4.5-9% $10 Gig & Project Slow
Microworkers 7% $10 Microtask Very Fast
RapidWorkers 6% $8 Microtask Fast
Latium 10% $0 (crypto) Gig & Task Medium
Truelancer 8-10% $10 Gig & Project Fast

Strategi Nyata biar Nggak Cuma Jadi Nomor

Nggak cuma daftar, tapi harus punya strategi. Ini yang aku pelajarin dari 5 tahun nyemplung:

  • Jangan terlalu banyak platform. Pilih 2-3 aja yang fokus. Kalau kebanyakan, kamu cuma akan overwhelmed dan akhirnya nggak dapet job di mana-mana.
  • Spesialisasi itu penting. Di platform microjob, kamu harus jadi “pakar” di satu hal. Jual “I will design 3 minimalist logos” daripada “I will design anything”.
  • Build portofolio, bukan cuma jumlah job. 10 job berkualitas dengan review 5 bintang lebih worth daripada 50 job receh yang rata-rata rating 4.2.
  • Manfaatin fee structure. Kalau di PeoplePerHour atau Upwork, usahakan lock client biar fee turun. Ini bisa nambah 10-15% income bulananmu.
  • Jangan lupa hitung waktu. Kerjaan $1 yang selesai 1 jam itu sama aja dengan $8 per jam. Kadang mending ambil 1 job $50 yang selesai 5 jam daripada 10 job $5 yang bikin pusing.

Realita Pahit yang Harus Diterima

Sebelum kamu terbawa mimpi dapet jutaan dari microjob, ini realita yang harus diterima:

Microjob itu bukan jalan cepat kaya. Ini jalan buat dapet uang sambil build portofolio atau ngisi waktu luang. Jangan sampe kamu menghabiskan 8 jam sehari cuma buat dapet $20. Itu namanya exploitation, bukan freelancing.

Platform di atas bisa jadi savior kalau kamu lagi sepi client di Fiverr. Tapi kalau kamu mau serius jadi freelancer, gunakan microjob sebagai stepping stone, bukan tujuan akhir. Target harusnya: dapet client di platform ini, then bring them ke channel langsung kayak email atau WhatsApp (tentunya dengan cara halus, jangan langsung di job page).

Dan ingat: receh itu relatif. Di mata client US atau UK, $5 itu receh. Tapi kalau kamu bisa kerjain 10 task $5 dalam 2 jam, itu sudah $25 per jam. Not bad untuk “jasa receh”.

Jadi, pilih platform yang cocok sama skill dan kesabaranmu. Terus evaluasi tiap bulan: worth it nggak waktu yang aku habisin? Kalau nggak, cabut. Jangan terjebak di toxic relationship sama platform yang cuma makin miskinin kamu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

5 Platform Kerja Remote Yang Membayar Via Transfer Bank Lokal (Tanpa Paypal)

Bayarannya cuma $500, tapi setelah dipotong fee PayPal dan konversi rate ngaco,…

7 Situs Freelance Terpercaya Untuk Mahasiswa Indonesia (Tanpa Biaya Pendaftaran)

Mahasiswa, dompet tipis, deadline tugas menumpuk, tapi pengen punya penghasilan sendiri? Tenang,…

Kerja Online Modal Hp: Review Aplikasi Freelance Yang Bisa Dikerjakan Mobile

Pernah nggak sih lo merasa pengen banget nabung buat beli laptop baru,…

5 Platform Freelance Khusus Programmer Dengan Bayaran Dollar Tertinggi

Platform freelance khusus programmer itu banyak yang iklannya “dollar melimpah”. Realitanya? Banyak…