Sebagai penerjemah freelance, pilihannya cuma dua: cari klien sendiri atau daftar ke platform. ProZ dan TranslatorsCafe jadi dua nama paling sering disebut, tapi mana yang beneran worth it? Saya habiskan 4 tahun pahit manis di keduanya, keluar masuk, bayar membership, kena tipu, dapat proyek gede, sampai akhirnya punya opini kuat. Ini bukan iklan, ini laporan dari medan perang.

Vibe Check: Komunitas vs Job Board Kering

ProZ itu kayak pasar tradisional ramai. Banyak orang, banyak suara, banyak tawar-menawar. Ada forum yang aktif, KudoZ (sistem tanya jawab istilah), dan profil yang bisa diisi super detail. Klien sering banding-bandingin translator sebelum hire.

TranslatorsCafe? Beda. Lebih kayak papan pengumuman di kampus. Lowongan kerja ditempel, kamu kirim email langsung ke klien, done. Tidak ada forum, tidak ada KudoZ, tidak ada keramaian. Interface-nya jadul banget, tapi justru itu bikin fokus: kerjaan atau tidak ada.

Uangnya Dulu: Biaya Membership yang Bikin Ngilu

Ini yang paling nyata. ProZ punya sistem membership berjenjang:

  • Standard: $109/tahun. Bisa apply job, tapi profil kamu di bawah premium member.
  • Professional: $149/tahun. Profil lebih visible, bisa kirim quote lebih awal.
  • Corporate: $179/tahun. Untuk agency yang mau posting job.

Bayar mahal belum tentu dapat job. Saya pernah jadi standard member 6 bulan, cuma dapat 2 proyek kecil total $150. Rugi. Upgrade ke professional, job langsung lebih banyak masuk.

TranslatorsCafe lebih sederhana:

  • Basic: Gratis. Bisa apply job, tapi limited.
  • Premium: $80/tahun atau lifetime $300. Iya, seumur hidup. Ini yang bikin saya tergoda.

Triknya: banyak job di TC bisa diapply tanpa premium. Cuma premium member bisa lihat kontak klien langsung, jadi prosesnya lebih cepat. Saya ambil lifetime 2019, udah balik modal dari proyek pertama.

Baca:  Perbandingan Potongan Fee: Upwork, Fiverr, Fastwork, Dan Projects.Co.Id (Data Terbaru)

Kliennya Siapa: Agensi Gede vs Direct Client Aneh

Di ProZ, 80% job posting dari agency penerjemahan besar. Rate-nya standar, tapi pembayaran relatif aman karena mereka punya reputasi di platform. Rate per kata umumnya $0.05-$0.12 untuk bahasa populer (Inggris-Indonesia). Tapi kompetisinya sengit. Satu job bisa dapet 50+ bid dalam 1 jam.

TranslatorsCafe? Campur aduk. Banyak direct client yang cari translator untuk satu proyek saja. Rate-nya variatif: ada yang murah banget ($0.02/kata) tapi ada juga yang generous ($0.15/kata) karena nggak tahu standar. Resikonya: klien ini sering nggak paham workflow penerjemahan. Pernah ada yang minta “translate 10.000 kata besok pagi”.

Agensi di TC biasanya lebih kecil dan baru. Mereka sering nawarin rate rendah dengan alasan “long-term partnership”. Skeptis, tapi beberapa memang jadi langganan saya sampai sekarang.

Payment Protection: Dijamin atau Asal-asalan

Ini poin krusial. ProZ punya ProZ Pay dan sistem feedback yang ketat. Klien yang nggak bayar bisa di-report, reputasinya jelek. Tapi platformnya nggak tanggung jawab atas pembayaran. Mereka cuma mediator.

TranslatorsCafe? Zero protection. Nol. Kamu deal langsung via email, bayar via PayPal atau transfer. Kalau klien kabur, ya sudah, nasib. Saya pernah kena tipu $250 dari agensi Rusia yang tiba-tiba hilang. TC cuma bilang, “Maaf, kami cuma penyedia informasi.”

Warning: Di TC, selalu cek domain email klien, cari review di Blue Board ProZ, atau minta 50% upfront untuk klien baru. Jangan percaya 100%.

Tips Payment Safety di Kedua Platform

  • Pakai PayPal invoice, jangan “friends & family”.
  • Untuk klien baru di TC, selalu minta 50% deposit.
  • Di ProZ, prioritaskan klien dengan “ProZ.com Certified” badge.
  • Catat semua komunikasi di platform, jangan pindah ke WhatsApp terlalu cepat.

User Experience: Antariksa vs Museum

ProZ.com interface-nya modern, tapi bloated. Banyak fitur yang nggak pernah dipakai: powwows, wiki, event. Job feed-nya bisa difilter super spesifik (bahasa, domain, rate minimum). Notifikasi emailnya agresif, bisa 20+ email sehari kalau nggak di-setting.

TranslatorsCafe? Desainnya stuck di tahun 2010. Warna-warni, font jadul, banyak iklan. Tapi job feed-nya simple: list, klik, apply. Nggak ada drama. Mobile experience-nya parah, tapi siapa yang apply job lewat HP sih?

Baca:  Situs Crowdsourcing Ide Nama Bisnis: Review Squadhelp Vs Namestation

Screenshot konsep interface ProZ vs TranslatorsCafe

War Stories: Dari Jualan Diri Sampai Dapat Proyek Film

Di ProZ, saya habiskan 3 bulan full optimasi profil: test WWA (Working With Agreement), isi portfolio 50+ project, pasang video perkenalan. Hasilnya? Dapat proyek subtitling film dokumenter Netflix via agensi Jerman. Rate $5 per minute, total $2000. Worth the effort.

Tapi juga pernah dapat proyek “translate 5000 kata, rate $0.03, deadline 6 jam”. Saya tolak. 10 menit kemudian lihat ada 15 translator yang bid. Kompetitifnya gila.

Di TranslatorsCafe, saya dapet proyek nerjemahin website e-commerce langsung dari owner-nya. Rate $0.10/kata, tapi dia nggak paham PO, invoice, apa itu. Saya ajar dia dari nol. Sekarang dia langganan, bayar selalu on time via PayPal. Itu yang bikin TC special: kesempatan bangun relasi langsung.

Head-to-Head: Data Keras untuk Quick Decision

Fitur ProZ.com TranslatorsCafe
Biaya Premium $109-$179/tahun $80/tahun atau $300/seumur hidup
Komisi per Job 0% (tapi fee membership) 0% (100% ke translator)
Jumlah Job/Hari 50-100+ (bahasa populer) 5-15 (bahasa populer)
Kualitas Klien Agensi besar, lebih profesional Direct client & agensi kecil, variatif
Payment Protection Mediator, Blue Board Tidak ada
Komunitas Forum aktif, KudoZ, event Hampir tidak ada
Rate Rata-rata $0.05-$0.12/kata $0.03-$0.15/kata (lebih variatif)
Ideal untuk Translator serius, spesialis domain Hustler, suka cari client langsung

Verdict: Mana yang Untung buat Kamu?

Pilih ProZ kalau kamu translator profesional dengan spesialisasi jelas (legal, medis, teknis). Membership profesional wajib, dan siap invest waktu bangun profil. Return-nya lambat tapi stabil, kliennya besar. Saya rekomendasikan untuk yang udah punya portfolio kuat.

Pilih TranslatorsCafe kalau kamu tipe hustler, suka negosiasi langsung, dan nggak takut ambil resiko. Ambil lifetime membership kalau kamang commit setidaknya 2 tahun. Rate bisa lebih tinggi, tapi screening klien jadi tanggung jawabmu 100%. Ideal untuk translator pemula yang mau bangun portofolio cepat.

Real talk: Saya pribadi tetap pakai keduanya. ProZ untuk proyek gede dan stabil, TC untuk isi slot kosong dan cari direct client potensial. Jangan monogami sama platform.

Strategi Hybrid yang Work

Bulan pertama: daftar gratis di keduanya. Lihat job feed, coba apply 5-10 job. Kalau ngerasa TC cocok, beli lifetime. Kalau ProZ lebih banyak job di niche kamu, upgrade ke professional.

Setelah itu, alokasikan 70% effort ke platform yang paling menghasilkan. Tapi jangan tutup akun yang satunya. Kadang job gede muncul di tempat paling nggak terduga.

Ingat: platform cuma jembatan. Kualitas kerjaan, komunikasi cepat, dan reputasi yang bakar sendiri. Semoga job pertama kamu gede dan bayarnya cepat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Upwork Vs Fiverr: Mana Yang Lebih Cepat Menghasilkan Dollar Untuk Pemula?

Lo daftar platform freelance, profil diisi lengkap, skill di-list semua, terus… diam.…

Fastwork Vs Sribulancer: Perbandingan Harga Jasa Dan Potongan Fee Terbaru

Kalau ada yang bilang jadi freelancer itu bebas 100%, coba tanya dulu:…

Linkedin Service Page Vs Upwork: Cara Dapat Klien Premium Tanpa Perantara

Fee 20% di Upwork bikin ngilu? Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak freelancer…

Sribu Vs Sribulancer: Apa Bedanya Dan Mana Yang Lebih Menguntungkan Freelancer?

Pernah denger freelancer ribut-ribut soal Sribu vs Sribulancer? Biasanya debatnya panjang soal…