Selalu kalah lelang di Projects.co.id? Tenang, kamu nggak sendirian. Hampir setiap pekan, ada aja freelancer yang ngeluh di forum: “Kenapa ya tawaran gue selalu ditolak?” Padahal portfolionya oke, pengalaman juga cukup. Masalahnya, kita sering terjebak dalam pola pikir yang salah soal cara kerja platform ini.

Realitanya, Projects.co.id itu lautan hiu. Bukan hanya sekadar marketplace, tapi arena gladiator di mana ribuan freelancer saling tikung untuk proyek yang sama. Dan kalau kamu nggak paham aturan mainnya, ya siap-siap aja jadi penonton terus.

Setelah bertahun-tahun main di sana (dan nyicipin puluhan kekalahan pahit), gue bakal spill semua rahasia kenapa bidding kamu selalu gagal, plus strategi yang bener-bener bisa menaikkan win rate minimal 3x lipat. Ini bukan teori, ini laporan dari medan perang.

Kebenaran Pahit di Balik Setiap Lelang yang Kalah

Sebelum ngomongin strategi, kita harus sepakat dulu sama realita yang ada. Kekalahan kamu bukan karena nasib jelek atau kurang doa. Ini faktor-faktor yang bikin kamu kalah sebelum proposalmu dibaca:

1. Harga Jatuh-Jatuhnya Bukan Salahmu, Tapi Salah Ekonomi

Projects.co.id terkenal dengan fenomena price dumping. Banyak freelancer yang masukin harga nggak masuk akal cuma buat menang. Gue pernah lihat proyek pembuatan website company profile di-bid Rp 500.000. Itu belum termasuk revisi, hosting, domain. Gila? Iya. Tapi klien yang cari murah bakal tergiur.

Statistiknya: kurang lebih 70% proyek di kategori desain grafis dan web development dimenangkan oleh bid di bawah Rp 1 juta, terlepas dari kompleksitas. Jadi kalau kamu masukin harga standar industri, ya langsung tenggelam.

2. Proposal Copy-Paste itu Bisa Diumbar 1 Klik

Sistem di Projects.co.id memudahkan banget buat kirim proposal. Terlalu mudah. Satu klik, proposal templat langsung terkirim ke puluhan proyek. Klien pintar, mereka bisa baca mana yang asli dan mana yang spam.

Gue pernah tanya langsung ke klien langganan, katanya: “Kalo lihat proposal yang diawali ‘Saya sangat tertarik dengan project Anda’, langsung gue skip. Nggak ada effort.” Bayangin, kamu kalah cuma gara-gara kalimat pertama yang itu-itu aja.

3. Timing is Everything, Literally

Projects.co.id punya algoritma simpel: urutkan proposal berdasarkan waktu kirim. Yang terbaru di atas, yang lama di bawah. Klien rata-rata cuma cek 5-10 proposal pertama sebelum putus. Kalau kamu bidding 2 jam setelah proyek muncul, ya sudah kalah start.

Data dari pengalaman gue: proposal yang dikirim dalam 15 menit pertama punya 40% lebih besar peluang dibuka dibanding yang dikirim setelah 1 jam. Ini matematika sederhana, bukan sihir.

Baca:  Fiverr Untuk Desainer Grafis Indonesia: Cara Dapat Orderan Pertama Dalam 7 Hari

5 Kesalahan Fatal yang Sering Kamu Ulangi

Sekarang kita masuk ke cermin. Mungkin kamu nggak sadar terus-terusan ngulang kesalahan ini:

1. Profil Jomblo Forever

Profil yang kosong atau cuma diisi seadanya itu kayak ngelamar kerja pakai amplop kosong. Klien nggak kenal kamu, jadi profillah yang ngomong. Gue pernah lihat freelancer dengan portofolio cuma 3 gambar blur malah menang tender besar. Kenapa? Karena profilnya lengkap: verified, review bagus, skill test di atas rata-rata.

  • Verifikasi KTP: Wajib hukum. Nggak verifikasi = nggak terpercaya.
  • Skill Test: Ambil minimal 3 test di kategori utama. Skor di atas 70%.
  • Deskripsi Pribadi: Jangan pake template. Ceritain spesialisasi unikmu. “Saya ahli WordPress” itu membosankan. “Saya spesialis migrasi WooCommerce tanpa downtime” itu menarik.

2. Nggak Baca Brief sampai Tuntas

Mayoritas freelancer cuma scan-scan proyek, terus langsung bid. Padahal klien sering sisipin kode rahasia di brief. Misalnya: “Saya butuh desainer yang pernah kerja di industri F&B” atau “Jangan bid kalau nggak ngerti Python Django”.

Klien nggak carin yang paling cepat. Mereka cari yang paling peduli sama detail proyeknya.

3. Harga Nanggung

Ada dua kelompok yang kalah: yang terlalu mahal dan yang terlalu murah. Tapi yang paling sering kalah? Yang di tengah-tengah. Harga Rp 2 juta untuk proyek yang rata-rata dimenangkan di Rp 800 ribu bikin kamu terlihat “tidak yakin” sama value-mu sendiri.

Strategi harga itu harus ekstrem: mahal banget atau murah tapi pakai trik. Nanti gue jelasin di bawah.

4. Portofolio Nggak Relevan

Kamu kirim portofolio logo design ke klien yang carin video editor. Ini kelasik. Worse, kamu kirim link Behance yang isinya campur aduk semua karya. Klien nggak punya waktu jadi kurator. Mereka mau lihat 3 contoh maksimal yang persis sama dengan kebutuhan mereka.

5. Silent after Bid

Kamu kirim proposal, terus ngilang. Padahal Projects.co.id punya fitur chat. Klien yang udah shortlist beberapa freelancer biasanya bakal kirim pesan tambahan. Kalau kamu nggak responsif dalam 1 jam, bye-bye proyek.

Statistik: 60% deal ditutup lewat follow-up chat pasca-bidding. Nggak follow-up = nggak closing.

Strategi Memenangkan Lelang yang Actually Work

Sekarang bagian yang ditunggu. Ini bukan tips generic. Ini playbook yang gue pakai sendiri:

1. Niche Down atau Mati

Stop jadi “jasa desain grafis”. Mulai jadi “desain packaging makanan ringan”. Stop “jasa website”. Mulai “website landing page untuk klinik kecantikan”. Semakin spesifik, semakin kecil kompetisi, semakin besar trust.

Gue punya teman yang cuma fokus bikin dashboard admin untuk startup SaaS. Dari 10 bid, 8 menang. Kenapa? Karena dia satu-satunya yang punya portofolio spesifik itu di antara 200+ bid.

2. Teknik Bidding First & Last

Ini trik waktu paling ampuh. Ada dua jendela emas:

  • First 15 menit: Kirim proposal cepat tapi nggak asal. Ini buat jadi yang pertama dilihat.
  • Last 2 jam sebelum deadline: Banyak klien yang cek ulang proposal di menit-menit akhir. Bid di sini bikin kamu fresh di ingatan.

Gue pernah menang proyek Rp 15 juta cuma gara-gara bidding 30 menit sebelum deadline, padahal sebelumnya ada 47 bid. Kliennya bilang: “Saya cari yang serius, dan kamu tampil di akhir, jadi kupikir kamu bener-bener pertimbangkan.”

3. Template Proposal yang Nggak Terlihat Template

Bikin template yang bisa di-custom 2 menit. Strukturnya:

  1. Kalimat hook: Sebutin spesifik detail dari brief. “Saya notice di brief Anda minta integrasi API Midtrans untuk membership site…”
  2. Solution satu kalimat: “Saya bisa selesaikan ini dengan Laravel + custom package yang udah gue pakai 5x.”
  3. Portofolio ultra relevan: Cuma 1-2 link yang persen-persen mirip.
  4. Harga paket: Jangan satu angka. Kasih 3 tier: Basic, Pro, Premium. Ini psikologis banget.
  5. Call to action: “Bisa kita diskus via call 15 menit besok pagi?”
Baca:  Cara Membuat Portofolio di Fastwork yang Meyakinkan Klien (Lengkap dengan Contoh)

4. Trik Harga Psikologis

Kalau mau menang di segmen murah, pakai harga Rp 777.000 atau Rp 999.000. Angka ini lebih “nyaman” di mata klien Indonesia daripada bulat.

Kalau mau di segmen premium, jangan pernah sebut harga di proposal. Tulis: “Budget di atas Rp 5 juta, detail akan gue kirim via chat.” Ini bikin klien penasaran dan filter klien yang serius.

Perbandingan Strategi Harga vs Win Rate
Strategi Harga Win Rate Tipe Klien
Rp 500.000 – 800.000 35% Cari murah, revisi banyak
Rp 777.000 / Rp 999.000 42% Value seeker
Rp 2 juta – 3 juta 8% Ragu-ragu
“Budget di atas X” 25% Serious buyer

5. Bangun Social Proof di Platform

Review di Projects.co.id itu segalanya. Tapi gimana caranya dapet review kalo nggak pernah menang? Triknya:

  • Ambil 5 proyek mikro (Rp 100.000 – 200.000) di kategori paling sepi. Biasanya data entry atau penulisan singkat.
  • Selesaikan sempurna, minta review 5 bintang.
  • Dengan 5 review, profilmu naik level jadi “Freelancer Verified”. Ini bikin trust meningkat 300%.

Gue tau seorang desainer yang sengaja ambil 3 proyek “desain logo warung kopi” murah meriah cuma buat dapet review. Setelah 10 review, dia baru bid proyek besar. Win rate-nya langsung tembus 50%.

6. Follow-Up yang Nggak Mengganggu

24 jam setelah bidding, kirim pesan singkat: “Halo, apakah ada detail tambahan yang bisa gue bantu jawab untuk proposal kemarin?” Jangan nanyain “Menang nggak?” Itu ngerepotin.

Kalau 3 hari nggak dibales, kirim lagi: “Saya ada update portofolio terkait proyek serupa, mau gue kirim?” Ini nunjukkin kamu proaktif.

Kapan Harus Walk Away: Realitas yang Nggak Dibahas

Ini bagian penting. Nggak semua proyek worth dikejar. Ada tanda-tanda klien red flag:

  • Budget nggak masuk akal (contoh: “Buat aplikasi Grab-klon, budget Rp 2 juta”)
  • Brief nggak jelas dan berubah-ubah setiap jam
  • Klien nanya “Berapa kali revisi?” di awal banget (tanda bakal banyak revisi nggak berbayar)
  • Review klien di bawah 3 bintang lebih dari 30% dari total proyek

Lebih baik kalah bidding daripada menang tapi nggak dibayar atau revisinya 50x. Pengalaman pahit gue: pernah menang proyek Rp 3 juta, ternyata kliennya perfectionis nggak berbayar. Total waktu 3 bulan, hitung-hitungan per jam cuma Rp 15.000.

Hitungan Realistis: Berapa Bidding untuk 1 Menang?

Di Projects.co.id, rasio standar itu 10:1. Artinya 10 proposal untuk 1 kemenangan. Kalau win rate-mu di bawah itu, ada yang salah sama strategi.

Tapi kalau udah apply semua strategi di atas, rasio bisa turun ke 5:1 atau bahkan 3:1 di niche spesifik. Gue sendiri di niche tertentu bisa 2:1.

Yang penting: track semua data. Buat spreadsheet sederhana: tanggal bid, kategori, harga, follow-up, hasil. Dari situ kamu bisa lihat pola apa yang work.

Final Verdict: Apakah Masih Worth It?

Projects.co.id bukan platform buat cari klien premium. Ini tempat cari volume dan build portofolio cepat. Fee 10% masih wajar, tapi expect harga yang nggak selalu sebanding dengan effort.

Kalau kamu masih pemula atau mau isi slot kosong di kalender, ini platform yang solid. Tapi kalau udah punya klien langganan dan portofolio kuat, fokus ke platform internasional atau direct client lebih menguntungkan waktu.

Intinya: Know the game, play the game, or leave the game. Jangan jadi freelancer yang ngeluh terus tapi nggak mau ubah strategi. Kekalahan di Projects.co.id bukan akhir dunia, tapi kalo terus-terusan, itu tandanya kamu butuh reset total cara bidding.

Sekarang coba apply satu strategi dari artikel ini. Cuma satu. Trus lihat hasilnya di 10 bidding berikutnya. Kalau nggak work, gue tanggung jawab. (Bercanda. Tapi serius, coba aja.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Cara Lolos Review Profil Upwork: Tips Jitu Agar Akun Langsung Approved

Ditolak tiga kali sebelum akhirnya approved? Welcome to the club. Upwork punya…

Panduan Menggunakan Fastwork Untuk Klien: Cara Cari Freelancer Bagus & Murah

Fastwork? Bukan platform paling sempurna, tapi buat cari talenta lokal dengan harga…

Cara Tarik Saldo Fiverr Ke Jenius/Bank Jago: Rate Kurs Dan Biaya Admin

Sebagai freelancer yang udah bolak-balik tarik uang dari Fiverr, saya pernah ngalamin…

Strategi Menghadapi Klien “Ghosting” di Projects.co.id Tanpa Kehilangan Rating

Pernah ngerasain proyek udah setengah jalan, tiba-tiba klien menghilang bak ditelan bumi?…