PeoplePerHour (PPH) sering disebut-sebut sebagai “Upwork versi Inggris” dengan promosi fee lebih rendah dan klien Eropa berkualitas. Tapi setelah 3 tahun bolak-balik di sana, saya bisa bilang: it’s complicated. Ada hari di mana dolar mengalir lancar, tapi ada juga minggu di mana kamu merasa masuk ke sarang scammer yang rapi. Mari kita bedah bareng, dari A sampai Z, tanpa filter.
Apa Itu PeoplePerHour: Lebih dari Sekadar Nama

PeoplePerHour didirikan 2007 di Inggris, fokusnya menghubungkan freelancer dengan UK-based businesses. Konsep utama mereka adalah “hourlies” — fixed-price offers seperti Fiverr, tapi tetap ada sistem bidding tradisional. Platform ini mengklaim punya 3 juta freelancer dan 1 juta klien, tapi angka aktifnya jauh lebih kecil.
Bedanya dengan Upwork? PPH punya “stream” yang mirip feed Instagram. Klien bisa post job, lalu freelancer langsung nawarin “hourlie” atau custom proposal. Sistemnya lebih kasual, kurang rigid, tapi itu justru bikin chaos kadang.
Investigasi Fee: Di Mana Duitmu Hilang
Ini bagian paling penting. Fee PPH terlihat murah di depan, tapi ada banyak hidden costs.
- Biaya service fee: 20% untuk project di bawah £500, turun ke 7.5% untuk project £500-£5000, dan 3.5% di atas £5000. Mirip Upwork, tapi…
- Biaya withdrawal: Transfer ke PayPal dipotong £1.9 + 1.9%. Transfer ke bank? £1.9 flat. Udah gitu, kalau pakai Payoneer, bisa kena fee lagi dari Payoneer sendiri.
- Biaya “priority placement”: PPH nyuruh kamu bayar £9.99/bulan buat badge “Certified Freelancer” dan bidding lebih banyak. Ini wajib kalau mau kompetitif.
- Biaya currency conversion: Karena mayoritas transaksi dalam GBP, kalo rekeningmu USD atau IDR, kena markup 2-3% lagi.
Contoh real: Project £100, fee 20% jadi £80. Withdraw via PayPal: £80 – £1.9 – (1.9%×£80) = £79.8 – £1.52 = £78.28 bersih. Total potongan: 21.72%. Lebih tinggi dari Upwork yang “hanya” 20% flat.
Warning: Jangan pernah biarkan duit mengendap di PPH wallet. Mereka bisa freeze account tanpa alasan jelas, dan proses appeal-nya bikin stres.
Kualitas Klien: Spektrum dari Royalty sampai Scammer
Klien di PPH itu hit or miss banget. Ada tiga kategori utama:
Klien Tier 1: UK Businesses Legit
Perusahaan kecil di UK yang butuh quick fix — logo, landing page, content writing. Mereka bayar £30-80/jam, komunikasi sopan, brief jelas. Tapi mereka sangat detail-oriented. Satu koma salah bisa ditolak revisi berkali-kali.
Klien Tier 2: Budget Hunters
Startup dari India, Pakistan, atau Timur Tengah yang cari murah. Rate £5-15/jam, expect hasil premium. Sering ghosting setelah delivery, atau minta revisi unlimited. Ini yang paling banyak.
Klien Tier 3: Pure Scammer
Mereka post job menarik, pilih freelancer, terus kirim file .exe atau link phishing lewat PPH message. Beberapa kasus: freelancer disuruh “test” dengan login ke website fake, langsung di-hack. PPH security awareness-nya lemah banget.

Sistem Bidding: Hourlie vs Proposal
PPH punya dua cara nawar job. Keduanya punya triknya masing-masing.
Hourlies: Fiverr Style
Hourlie adalah fixed-price offer yang kamu post di profile. Misal: “I will design 3 logo concepts for £50”. Klien bisa langsung beli tanpa ngobrol. Bagus buat passive income, tapi:
- PPH push hourlie murah (£10-30) di homepage. Hourlie mahal tenggelam.
- Klien hourlie suka tiba-tiba demand extra work “karena ini simple.”
- Review hourlie lebih susah didapetin daripada project besar.
Custom Proposals: Upwork Style
Kamu apply ke job posting dengan cover letter dan rate. Sistemnya lebih familiar, tapi:
- PPH limit 15 proposal/hari buat free user. Certified (£9.99/mo) dapet 50.
- Klien sering ga merespon. Response rate di PPH cuma 30-40%, jauh di bawah Upwork.
- Banyak job posting fake cuma buat research harga market.
Red Flags & Scam: Investigasi Nyata
Saya kumpulkan data dari 50+ freelancer di forum PPH dan pengalaman pribadi. Ini pola scam paling umum:
- The “Free Sample” Trick: Klien minta sample 500 kata artikel “buat test”. Diterima? Duitnya ga pernah keluar. Ditolak? Artikelnya dipake tanpa bayar. PPH ga punya protection untuk ini.
- Fake Payment Confirmation: Scammer kirim screenshot “payment done” dari PPH palsu. Padahal duit belum masuk escrow. Banyak freelancer baru tersangkut.
- Account Takeover: Phishing email yang mirip banget PPH, minta verify account. Begitu login, akun diambil alih, duit di-wallet ditransfer keluar. PPH support-nya lambat respon.
- Chargeback Nightmare: Klien bayar pake stolen credit card. Setelah project selesai, chargeback masuk. PPH tarik duit dari wallet freelancer. Upwork lebih fair di sini.
Statistik: Dari survey internal komunitas, 23% freelancer PPH pernah kena scam minimal sekali. Bandingkan dengan Upwork (8%) atau Toptal (<1%).
Kasus nyata: Freelancer Indonesia, sebut saja M, kehilangan £450 karena klien UK ternyata pake card curian. PPH tarik balik duit dari wallet-nya meski project udah 5 bulan selesai. Support bilang “it’s in our TOS.”
PPH vs Upwork: Head-to-Head Praktis
| Kriteria | PeoplePerHour | Upwork |
|---|---|---|
| Fee Total (withdraw) | 21-23% | 20% |
| Kualitas Klien | Mix, 30% scam-prone | Lebih vetted, 10% scam |
| Response Rate | 30-40% | 50-60% |
| Payment Protection | Lemah, chargeback risk | Strong escrow system |
| Support Speed | 3-5 hari | 24-48 jam |
| Rate Potential | £20-50/jam (UK) | $30-80/jam (global) |
| Learning Curve | Medium | Steeper |
Upwork lebih mahal tapi lebih aman. PPH lebih murah di permukaan tapi hidden costs-nya bikin pusing. Kalau kamu baru mulai, Upwork masih lebih worth it buat bangun portofolio aman.
Kelebihan PeoplePerHour: Kenapa Masih Ada yang Bertahan
Meski banyak masalah, PPH punya beberapa sweet spots:
- UK Market Access: Kalau kamu ngerti British English dan culture, banyak job niche yang ga ada di Upwork. Misal: HMRC compliance content, British property law writing.
- Hourlie Passive Income: Sekali setup hourlie bagus, bisa jualan terus tanpa bidding. Teman saya punya 5 hourlie design logo, ngenet £200-400/bulan pasif.
- Competisi Lebih Sedikit: Freelancer Indonesia di PPH jauh lebih sedikit dibanding Upwork. Peluang dilirik klien UK lebih tinggi kalau profile kamu polished.
- No Connects System: Ga perlu beli connects kayak Upwork. Proposal limit-nya cuma per hari, bukan per job.
Tips Survival: Cara Aman Main di PPH
Ga semua harus avoid. Kalau mau coba, ikut rules ini:
- Never start work before escrow funded. Cek di WorkStream tab, harus ada “Funds Secured” badge berwarna hijau.
- Enable 2FA immediately. PPH security-nya lemah, jadi lapisan pertahanan harus kuat.
- Limit wallet balance max £200. Withdraw tiap minggu. Kalau kena freeze, rugi minimal.
- Use hourlie for small gigs only. Project >£300, pake custom proposal dengan milestone jelas.
- Verifikasi klien: Cek join date, reviews given (bukan cuma received), dan apakah payment method terverifikasi.
- Document everything. Screenshot brief, chat, dan delivery. PPH dispute process butuh bukti kuat.
Kesimpulan: Alternatif atau Sarang Scam?
Jawabannya: It’s a legit platform with serious scam problems. PeoplePerHour bukan scam, tapi security dan enforcement-nya buruk banget sehingga scammer berkembang biak.
Kalau kamu freelancer intermediate (2+ tahun pengalaman) yang ngerti cara detect red flag dan butuh akses UK market, PPH bisa jadi side channel income. Tapi jangan jadikan primary platform. Wallet freeze, chargeback, dan support lemah bisa bunuh cashflow kamu.
Kalau kamu newbie, lari. Upwork atau Fiverr jauh lebih aman buat belajar. PPH terlalu risky untuk portofolio kosong.
Alternatif terbaik? Pakai PPH sebagai lead generation tool. Dapet klien UK, bawa komunikasi ke LinkedIn, terus deal off-platform (legal, tapi hati-hati dengan TOS). Ini cara paling aman manfaatin platform tanpa kena jebakan.
Final verdict: PeoplePerHour adalah platform yang bisa menghasilkan tapi butuh hati-hati ekstra. Kalau Upwork seperti jalan raya dengan polisi, PPH seperti jalan tikus — lebih cepat, tapi kalo ga kenal jalannya, bisa tenggelam di got.