Fee platform itu kayak pacar: semakin tinggi, semakin sering bikin nangis di pojokan. Kamu udah ngotot ngerjain proyek sampai mata merah, eh pas cair malah dipotong 20%. Bayangin, klien bayar Rp 5 juta, yang masuk ke kantong cuma Rp 4 juta. Sakit? Pasti. Makanya, pilih platform itu nggak cuma soal gede-kecilnya proyek, tapi juga gimana platform itu “berbagi” hasil jerih payahmu.

Upwork: Si Raja 10% yang Bikin Tenang (Tapi Ada Tapi)
Dulu Upwork itu fee-nya sliding, bisa sampe 20% untuk job pertama sama klien. Sekarang? Flat 10% untuk semua. Enak? Banget. Kamu udah bisa nge-hitung pasti berapa yang bakal masuk. Klien bayar $1.000, kamu dapet $900. Simple.
Tapi ingat, client pasang budget sudah termasuk Upwork fee mereka sebesar 5%. Jadi sebenarnya total biaya proyek jadi lebih gede. Bukan masalahmu sih, tapi kadang klien ngeluh “mahal” dan minta diskon. Biasanya mereka nggak sadar kalau fee mereka juga kena.
Biaya Tambahan Upwork yang Sering Luput
- Connects: Tiap bid butuh connects, 1-6 connects per bid. Harga? $0.15 per connect. Nggak mahal, tapi kalo ngobid 50 job sebulan, bisa-bisa keluar $7.5 cuma buat “coba-coba”.
- Withdrawal: Transfer ke PayPal kena $2. Transfer ke Wise (TransferWise) lebih murah, sekitar $0.99. Tapi kalau pilih bank wire, bisa $30. Ouch.
- Currency Conversion: Kalau klien bayar USD dan kamu tarik ke IDR, Upwork pake kurs mereka sendiri. Biasanya lebih rendah 2-3% dari kurs pasar. Ini fee tersembunyi paling gemas.
Upwork itu kayak restoran mahal: harga di menu udah jelas, tapi pajak dan service charge tetep bikin dompet menipis.
Fiverr: Si 20% yang Nggak Kenal Ampun
Fiverr itu brutal: 20% flat. Jual logo seharga $100? Yang kamu terima $80. Nggak peduli kamu seller level 1 atau Top Rated Seller. 20% itu tetap. Rasanya kayak punya manajer yang ngambil komisi setengah dari yang pantas.
Keuntungannya? Nggak ada biaya bidding. Kamu pasang gig, tidur, bisa dapet order. Passive income banget kalau gig-mu udah rame. Tapi ya itu, 20% itu sakit banget di awal-awal. Kamu harus naikin harga 25% cuma buut nutup fee. Klien bayar $100, kamu harus jual $125 biar dapet $100 bersih.
Fee Fiverr Lainnya
- Processing Fee: Klien kena fee sekitar $2 untuk order $40 ke bawah, dan 5% untuk order di atas $40. Ini bikin hargamu keliatan lebih mahal di mata klien.
- Withdrawal: PayPal kena 2% dari total withdrawal, maksimal $1. Fiverr Revenue Card (Payoneer) kena $1 per withdrawal. Bank transfer (US) $3 per withdrawal. Wise? Gratis tapi minimal $5.
- Promoted Gigs: Mau iklanin gig? Siap-siap keluar duit lagi. CPC (Cost Per Click) bervariasi, bisa $0.1-$0.5 per click. Ini bikin profit margin makin tipis.
Fastwork: Si Lokal yang “Ramah” Tapi Hati-Hati
Fastwork itu platform lokal paling rame. Fee freelancer? 20% untuk yang free member. Tapi bisa turun ke 10% kalau upgrade ke PRO member (Rp 99.000/bulan) atau 5% kalau VIP (Rp 299.000/bulan).
Terus ini buntut atau untung? Hitung dulu. Kalau kamu dapet job Rp 10 juta sebulan, fee 20% = Rp 2 juta. Upgrade PRO (Rp 99rb) + fee 10% (Rp 1 juta) = total Rp 1.099 juta. Lebih untung Rp 900rb. Tapi kalau cuma dapet job Rp 2 juta sebulan? Ya nggak usah upgrade, nanggung.
Fastwork juga punya FastPay buat penarikan. Kena 1% dari total penarikan, minimal Rp 5.000. Lumayan sih, tapi ya itu tetep potongan. Dan klien Fastwork suka banget nawar. Jadi kamu harus hati-hati ngitung harga biar nggak rugi.
Projects.co.id: Si Veteran yang Masih Bertahan
Platform ini udah lama banget, interface-nya masih kayak tahun 2010-an. Tapi fee-nya cukup bersahabat: 10% untuk premium member (Rp 50.000/bulan) dan 7% untuk featured member (Rp 150.000/bulan). Free member? Nggak bisa bid. Jadi mau nggak mau harus bayar langganan.
Bedanya sama Fastwork, di Projects langganan itu wajib. Tapi fee-nya lebih rendah. Cocok buat yang udah punya portofolio kokoh dan yakin bisa dapet job rutin. Kalau coba-coba, mending jangan. Soalnya Rp 50rb juga duit, bisa buat 2 porsi ayam geprek.
Withdrawal-nya via bank transfer. Kena fee transfer sesuai kebijakan bank. Biasanya Rp 6.500-Rp 10.000 per transaksi. Kecil, tapi tetep nambah-nambah.

Tabel Perbandingan Fee (Data Terbaru 2024)
| Platform | Fee Freelancer | Langganan | Withdrawal Fee | Fee Klien |
|---|---|---|---|---|
| Upwork | 10% flat | Gratis | $0.99-$30 | 5% |
| Fiverr | 20% flat | Gratis | $1-$3 atau 2% | $2 atau 5% |
| Fastwork | 20% (Free) 10% (PRO) 5% (VIP) | Rp 0 Rp 99rb/bulan Rp 299rb/bulan | 1% (min Rp 5k) | Gratis |
| Projects.co.id | 10% (Premium) 7% (Featured) | Rp 50rb/bulan Rp 150rb/bulan | Rp 6.5k-Rp 10k | Gratis |
Fee Tersembunyi yang Bikin Ngiler Darah
Ngomongin fee cuma soal persentase? Ah, masih ada yang lebih njlimet. Ini yang sering bikin freelancer ngeluh di grup WhatsApp.
Kurs Mata Uang
Upwork dan Fiverr pake USD. Pasang harga $100, tapi pas tarik ke IDR kena kurs internal mereka. Misal kurs pasar 15.500, mereka kasih 15.200. Itu 2% lagi ilang. Kalau tariknya Rp 10 juta, ilang Rp 200rb. Cukup buat makan sebulan kalo lagi bokek.
Biaya Verifikasi & Test
Upwork suka suruh verifikasi identitas pake video call. Gratis sih, tapi kalau gagal? Bisa-bisa akun di-suspend. Fiverr ada Fiverr Learn, test skill yang bayar. Projects.co.id juga ada test portofolio. Ini bukan fee langsung, tapi investasi waktu dan duit.
Chargeback & Refund
Ini yang paling mengerikan. Klien komplain, minta refund. Platform biasanya pihak klien. Kamu udah kerja, udah dipotong fee, eh tiba-tiba duit balik lagi ke klien. Fee? Nggak balik. Jadi kerja gratisan. Di Upwork, dispute bisa dimenangkan kalo bukti kuat. Di Fiverr? Hampir mustahil.
Fee itu cuma 50% dari cerita. 50% lagi adalah seberapa aman platform melindungi freelancer dari klien nakal.
Strategi Ngakali Fee Biar Nggak Rugi
Nggak ada cara neken fee platform (kecuali upgrade membership). Tapi ada trik biar profit tetep enak:
- Naikin harga 25-30%: Kalau di Fiverr, jual $125 buat dapet $100. Jangan malu. Klien udah terbiasa lihatin harga gede di Fiverr.
- Pake Wise buat withdrawal: Lebih murah, kurs lebih baik. Upwork + Wise itu combo paling irit.
- Langganan PRO/VIP di Fastwork kalau udah pasti dapet job >Rp 5 juta/bulan: Hitung-hitungan di atas udah jelas, lebih untung.
- Fokus ke repeat client: Di Upwork, fee 10% tetep. Tapi kalo klien langganan, kamu bisa nego rate lebih tinggi tanpa perlu ngobid lagi. Hemat waktu dan connects.
- Hindari job kecil di Fiverr: Fee 20% + processing fee bikin job $5 nggak worth it. Fokus ke gig $50 ke atas.
Jadi, Platform Mana yang Paling “Murah”?
Kalau cuma lihat angka, Projects.co.id dengan featured member (7%) paling murah. Tapi ya itu, kamu harus bayar Rp 150rb/bulan dan job-nya nggak sebanyak Fastwork atau Upwork. Kalau mau balance antara fee, traffic, dan kemudahan, Upwork (10%) juaranya.
Fiverr? Mahal, tau. Tapi pasif income-nya nggak ada duanya. Fastwork? Oke buat pemula yang mau bangun portofolio lokal. Tapi siap-siap mental sama klien yang nawar habis-habisan.
Pilihan akhirnya balik ke strategi kamu. Mau fokus pasar internasional? Upwork atau Fiverr. Mau main aman di lokal? Fastwork atau Projects. Yang penting, hitung dulu break-even point-mu sebelum ngeluh mahal-murahnya fee. Kadang yang murah justru bikin rugi kalau nggak ada job. Yang mahal justru balik modal cepat kalau traffic-nya gede.
Intinya: fee itu investasi buat akses pasar. Pilih yang sesuai kantong dan target. Jangan ngikutin hype. Dan yang paling penting, jangan lupa nabung buat bayar PPh ya. Itu fee yang nggak ada kaburnya.