Dilema klasik freelancer Indonesia: nyari job di platform lokal yang familiar, atau nekat ke internasional dengan segala kompleksitasnya? Projects.co.id sering jadi pilihan pertama, tapi di 2025 ini, masih worth it nggak sih? Setelah bolak-balik nyoba berbagai platform, dari yang lokal banget sampe yang bikin pusing verifikasinya, gue mau share realita nyata soal platform ini—tanpa filter, tanpa basa-basi.

First Impression: Antara Nostalgia dan Realita

Projects.co.id itu kayak mantan yang masih ada di kontak. Masih familiar, tapi ya… ada aja yang bikin geregetan. Dulu, platform ini jadi rajanya freelance lokal. Sekarang? Masih ada, masih hidup, tapi pesaingnya udah pada gede.

Interface yang Masih “Jadul” Tapi Fungsional

Login pertama kali, UI-nya masih terasa kayak 2015. Nggak sleek kayak Upwork, nggak minimalis kayak Fiverr. Tapi ya, it works. Navigasi masih mudah dipahami, terutama buat yang baru pertama kali.

Dashboard-nya cukup straightforward: daftar proyek, notifikasi, dan chat. Nggak ada algoritma ribet yang bikin pusing. Yang jadi masalah, mobile app-nya sering lemot dan crash di Android terbaru. Makanya, mendingan pake desktop.

Fee Structure: Siapa yang Makin “Ditimpuk”?

Ini yang paling krusial. Projects.co.id masih ngasih fee ke freelancer sebesar 10% per proyek. Terdengar wajar, tapi coba bandingin:

Platform Fee Freelancer Fee Klien
Projects.co.id 10% 0%
Upwork 10% 5% (opsional)
Fiverr 20% 5.5%
Sribulancer 20% 0%

Fee 10% terdengar menang, tapi inget: ini belum termasuk potongan payment gateway yang bisa nambah 2-3% lagi. Jadi total bisa 12-13% di tangan. Lumayan, kan?

Pro tip: Pake transfer bank manual aja buat proyek di bawah Rp 10 juta. Lebih irit dibanding pake Midtrans atau sejenisnya.

Kualitas Proyek: Antara Proyek Serius sama “Nyari Gratisan”

Ini yang bikin pusing. Proyek di Projects.co.id itu… mixed bag. Ada yang serius, ada yang cuma mau cari murahan. Rasio mungkin 30:70. Serius, 70% itu lowballers atau job deskripsi ambigu.

Red Flag Projects yang Masih Marak

  • Budget Rp 500.000 untuk “website mirip Tokopedia”
  • Deskripsi cuma satu kalimat: “Buatkan aplikasi android”
  • Permintaan revisi tak terbatas dengan deadline kemarin
  • Klien yang ilang setelah kirim draft pertama
  • Permintaan “test dulu” dengan brief super detail (itu proyeknya, bukan test)
Baca:  Review Glints Untuk Freelancer: Lowongan Project Based Vs Full Time Remote

Tapi ada juga proyek-proyek bagus dari startup lokal atau UKM yang emang butuh talenta Indonesia. Cuma ya, harus rajin filtering. Kadang muncul proyek dari BUMN atau instansi pemerintah, itu biasanya legit dan bayar tepat waktu.

Klien Lokal vs Platform Internasional: Siapa yang Bayar Lebih?

Ini fakta pahit. Klien lokal di Projects.co.id rata-rata masih punya mindset “freelancer = murah”. Beda sama platform internasional yang udah terbiasa bayar premium.

Contoh konkret: job penulisan artikel 1000 kata. Di Projects.co.id, rate rata-rata Rp 50.000-80.000. Di Upwork? Minimal $50-80 (setara Rp 800.000-1.2 juta). Beda 10x lipat.

Desain logo? Di sini dapat Rp 200.000 udah seneng. Di 99designs atau Fiverr Pro, minimal $300. Ya, beda langit dan bumi.

Kenapa Klien Lokal Masih Pelit?

Bukan mau nyinyir, tapi ini realita pasar. Banyak UKM Indonesia yang masih nganggep “kan bisa dikerjain sendiri, kok mahal?”. Mereka belum ngerti value of time dan expertise. Makanya, kita sebagai freelancer harus bisa edukasi—atau skip aja.

Keunggulan Projects.co.id yang Masih Oke

Meski banyak kekurangan, ada beberapa hal yang masih bikin platform ini relevan:

  • Payment gateway lokal (bank transfer, e-wallet) tanpa ribet verifikasinya kayak Payoneer atau Wise
  • Support Bahasa Indonesia full—bikin nyaman buat yang nggak fluent English
  • Proyek-proyek pemerintahan/instansi yang emang cuma buka di platform lokal
  • Proses negosiasi lebih personal, kadang bisa WA-an langsung (bisa jadi plus atau minus)
  • Fee lebih murah dibanding Sribulancer atau Fastwork
  • Registrasi instan, nggak perlu video call verifikasi atau tes skill

Buat yang baru mulai, ini adalah tempat paling aman buat belajar cara komunikasi sama klien, negosiasi, dan manage proyek tanpa takut kena scam besar-besaran.

Kekurangan yang Makin Keseleo di 2025

Sebaliknya, ini yang bikin platform ini makin terasa ketinggalan:

  • Lowballers paradise: klien yang nawar harga super murah masih banyak
  • Scammer yang nggak di-handle dengan tegas—report kadang cuma jadi formalitas
  • Fitur proteksi minim: dispute process masih kurang transparan dan lambat
  • Tidak ada milestone payment yang otomatis kayak Upwork escrow
  • Mobile app yang lemot dan sering error di OS terbaru
  • Algoritma search yang jadul, ngasih job rekomendasi yang nggak relevan
  • Kurangnya community—nggak ada forum atau event buat freelancer

Strategi Survive di Projects.co.id 2025

Kalo emang mau tetep main di sini, ini tips dari gue yang udah ngalamin dulu:

1. Niche Down, Jangan Jadi “Bisa Semua”

Jangan tawarin jasa “saya bisa desain, coding, tulis”. Pilih satu niche spesifik kayak “desain UI untuk startup fintech” atau “penulisan artikel SEO untuk kesehatan”. Klien spesifik lebih menghargai expertise.

Baca:  Apakah Sribulancer Aman? Review Mekanisme Safepay Untuk Klien Dan Pekerja

2. Filter Proyek dengan Cermat

Setidaknya cek tiga hal:

  1. Deskripsi detail nggak? Kalo cuma satu baris, skip.
  2. Profile klien lengkap nggak? Kalo baru join kemarin, waspada.
  3. Budget realistis nggak? Kalo Rp 1 juta buat bikin aplikasi, lol.

3. Gunakan Escrow untuk Proyek Besar

Projects.co.id punya fitur escrow, tapi jarang dipake. Push klien buat pake ini, apalagi proyek di atas Rp 5 juta. Biar aman, meski prosesnya agak manual.

4. Bangun Reputasi Cepat

Di platform lokal, review itu segalanya. Ambil proyek kecil dulu (meski murah) buat dapetin 10-15 review bintang 5. Setelah itu, naikin rate pelan-pelan. Gue pernah naikin dari Rp 50.000 ke Rp 250.000 per artikel dalam 6 bulan.

Pro tip: Jangan takut tolak proyek yang nggak worth it. Reputasi > jumlah job. Klien yang baik bakal respect kalo kita punya standar.

Bandung Bondowoso: Kapan Pake Projects.co.id, Kapan ke Platform Luar?

Gue buat simple aja, biar nggak bingung:

Pake Projects.co.id kalo:

  • Baru mulai freelance dan butuh portfolio cepat
  • Nggak punya kartu kredit/bank account internasional
  • Nyari proyek dari pemerintah/instansi lokal
  • Mau kerja sama jangka panjang dengan klien Indonesia
  • Butuh cairan dana cepat tanpa ribet verifikasi

Pake platform internasional kalo:

  • Rate di atas $20/jam atau Rp 300.000/jam
  • Punya skill yang spesifik dan kompetitif global
  • Siap bersaing dengan ribuan freelancer dunia
  • Nggak masalah dengan fee lebih tinggi tapi bayaran lebih gede
  • Punya portfolio internasional-worthy

Alternatif Lokal yang Patut Dipertimbangkan

Kalo Projects.co.id udah nggak cocok, coba cek:

  • Sribulancer: Fee lebih tinggi (20%), tapi kliennya lebih “premium” dikit
  • Fastwork: Fokus desain dan marketing, UI lebih modern
  • Karyakarsa: Untuk kreator konten, sistemnya berbeda (subscription-based)
  • LinkedIn: Iya, bukan platform freelance, tapi banyak direct client lokal yang nyari talent di sini

Verdict Akhir: Masih Relevan, Tapi Bukan Raja Lagi

Jujur? Projects.co.id itu kayak warung kopi langganan. Nggak sekeren kafe modern, tapi masih nyaman buat ngumpul. Di 2025, platform ini masih relevan buat:

  • Freelancer pemula yang butuh tempat belajar
  • Niche-niche lokal yang spesifik
  • Proyek-proyek dengan payment gateway Indonesia
  • Side income tambahan selain platform utama

Tapi buat yang udah intermediate ke atas, platform ini cuma jadi side hustle atau cadangan aja. Fokus utama harus ke platform internasional atau direct client. Bayangin aja: 1 job Upwork bisa bayar 10x lipat. Worth the effort kok belajar bahasa Inggris dan bikin profile internasional.

Kesimpulan: Projects.co.id masih hidup, tapi udah bukan primadona. Pake strategi yang tepat, tetep bisa dapet cuan. Tapi jangan jadi tergantung satu platform. Diversifikasi itu kunci. Spread your eggs, bro.

FAQ Cepat dari Temen-temen

Apakah Projects.co.id aman dari scam?

Relatif aman, tapi tetap waspada. Selalu pake escrow dan jangan kirim hasil kerja sebelum dibayar. Trust, but verify.

Berapa gede fee total yang harus ditanggung?

Sekitar 12-13% total (10% platform fee + 2-3% payment gateway). Masih lebih murah dibanding Sribulancer (20%).

Apakah masih bisa dapet job di 2025?

Bisa, tapi persaingan ketat. Profile harus strong dan proposal harus personal. Jangan copy-paste template.

Alternatif lokal selain Projects.co.id?

Sribulancer (fee lebih tinggi), Fastwork (niche desain), atau Karyakarsa (untuk kreator). Tapi direct client tetep yang terbaik.

Itu dia realita Projects.co.id 2025 dari sudut pandang freelancer yang udah coba ini itu. Semoga membantu kalian yang masih bingung mau mulai dari mana. Ingat, platform cuma alat. Skill dan strategi kalian yang menentukan. Good luck dan semoga kliennya banyak duit!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Review 99Designs: Apakah Kompetisi Desainnya Masih Worth It Di Tahun 2025?

Kalau kamu desainer grafis, pasti pernah denger atau bahkan nyicip rasanya ikut…

Flexjobs Review Indonesia: Apakah Layak Bayar Membership Untuk Cari Kerja Remote?

Bayar untuk cari kerja? Kedengarannya aneh, kayak harus ngasih uang dulu baru…

Review Glints Untuk Freelancer: Lowongan Project Based Vs Full Time Remote

Lu lagi cari kerjaan remote di Glints dan bingung milih antara project…

Review Jasa Seo Di Fastwork: Apakah Efektif Meningkatkan Trafik Website Umkm?

UMKM butuh trafik, tapi budget terbatas. Bayar agency SEO besar? Belum tentu…