Nama bisnis itu kayak first impression, salah pilih bisa jadi cuma jadi bahan candaan di grup WhatsApp. Gue pernah stuck berhari-hari nentuin nama domain yang available, akhirnya nyerah dan coba crowdsourcing. Dari semua platform yang gue coba, Squadhelp dan Namestation paling sering muncul di hasil pencarian, tapi realitanya beda banget kayak bumi dan langit.

Sebelum lu buka tab baru dan langsung daftar, dengerin dulu cerita gue biar lu nggak kaget setengah jalan. Ini review berdasarkan pengalaman nyata, bukan cuma baca fitur di website.

Kenalan Dulu: Apa Bedanya?

Bayangin mau beli sepatu. Squadhelp itu kayak masuk toko besar di mall: banyak pilihan, ada sales yang ngejelasin, tapi harganya pasti lebih mahal karena ada fee mall-nya. Namestation? Kayak beli di online marketplace: langsung dari penjual, murah, tapi kualitasnya hit-or-miss dan nggak ada yang bantu filter.

Keduanya jadi perantara buat lu dapetin ide nama dari komunitas kreatif, tapi model bisnisnya beda jauh.

Squadhelp: Kontes Mahal dengan Hasil (Biasanya) Memuaskan

Gue pertama kali coba Squadhelp waktu butuh nama untuk brand coffee shop temen. Briefing system-nya detail abis: lu bisa pilih industri, style (modern, klasik, quirky), panjang nama, bahkan domain yang lu prefer (.com, .io, .co). Ini penting banget buat nge-filter submission nggak jelas.

Model Kontes dan Fee yang Bikin Ngilu

Squadhelp pake model kontes. Lu bayar sekian, terus desainer nama (mereka sebut “creative”) submit ide. Bayarannya? Fee 10% hingga 30% tergantung tier lu. Paket paling murah Basic sekitar $299, tapi fee-nya tinggi dan cuma dapet 100+ submission. Paket Premium $599+ baru berasa, dapet 200+ submission dengan creative yang udah terverifikasi.

Fee 30% itu bukan cuma potongan. Squadhelp juga jadi escrow, moderasi, sama nge-jamin lu dapet revision. Tapi tetep aja, bayar $600 cuma buat nama? Banyak founder early-stage yang ngelus dada.

Baca:  Perbandingan Potongan Fee: Upwork, Fiverr, Fastwork, Dan Projects.Co.Id (Data Terbaru)

Tampilan dashboard Squadhelp dengan daftar submission nama bisnis dari berbagai kontributor

Kualitas Submission: Ada Emas, Ada Debu

Dari pengalaman gue di 3 kontes, sekitar 20% submission itu bagus, 30% oke-oke aja, sisanya… ya, spam. Ada yang cuma submit kata random plus “ify” atau “ly” di belakang. Tapi yang 20% itu bener-bener bikin lu mikir, “Ini kok nggak gue pikirin?”

Creative di Squadhelp juga bisa di-rate. Lu bisa filter cuma yang rating atas yang ikut. Ini bedain kualitasnya drastis. Sayangnya, yang rating atas biasanya ikut kontes berbayar tinggi, jadi lu harus siap keluar uang lebih.

Pro dan Kontra Nyata

  • Pro: Briefing detail, sistem rating, escrow aman, ada trademark checking, UI/UX modern.
  • Kontra: Mahal, submission banyak tapi banyak sampah, timeline lama (7-10 hari), fee tinggi.

Namestation: Murah Tapi Lu yang Kerja Keras

Kalo Squadhelp kayak hiring agency, Namestation itu kayak job board. Lu posting brief, terus langsung beli ide nama per unit. Gue coba platform ini waktu butuh nama produk kecil, budget di bawah $100. Hasilnya? Mixed feelings.

Credit System dan Harga yang Terjangkau

Namestation pake credit. Satu credit sekitar $0.99 kalau beli paket besar. Satu nama bagus bisa 5-10 credit. Jadi lu bisa dapet 10-20 nama kualitas medium dengan budget $50-$100. Jauh lebih murah dari Squadhelp.

Tapi ada tangkapannya: nama yang lu beli belum tentu available. Lu harus cek sendiri domain dan trademark. Namestation cuma kasih ide, sisanya tanggung jawab lu. Ini bikin proses jadi lebih panjang karena lu bolak-balik cek availability.

Kualitas Kontributor: Niche Tapi Kurang Moderasi

Kontributor Namestation lebih sedikit, sekitar 10,000+ vs 200,000+ di Squadhelp. Tapi mereka lebih niche, banyak yang spesialisasi di tech startup dan domain hack. Gue pernah dapet ide nama seperti “QodeHub” atau “ByteFlow” yang lumayan keren.

Masalahnya: nggak ada sistem rating yang jelas. Lu cuma bisa lihat profil kontributor dan submission history. Banyak juga yang submit nama generik kayak “TechSolutions” atau “GlobalBiz”. Moderasi lemah, jadi lu harus jadi kurator sendiri.

Baca:  Sribu Vs Sribulancer: Apa Bedanya Dan Mana Yang Lebih Menguntungkan Freelancer?

Pro dan Kontra Nyata

  • Pro: Murah, langsung beli nama tanpa nunggu kontes, kontributor niche, bagus buat brainstorming.
  • Kontra: Nggak ada escrow, kualitas variatif, nggak ada trademark/domain check, UI jadul, brief system minimalis.

Head-to-Head: Mana yang Lebih Worth It?

Biar jelas, gue bikin tabel perbandingan dari aspek yang paling penting buat freelancer atau founder:

Aspek Squadhelp Namestation
Model Kontes berhadiah Marketplace langsung
Budget Minimal $299 $20
Fee Platform 10-30% Credit system (~$1/credit)
Kualitas Rata-rata Lebih konsisten Hit-or-miss
Domain Check Otomatis Manual (lu cek sendiri)
Trademark Check Tersedia (limited) Nggak ada
Timeline 7-10 hari Langsung / instan
UI/UX Modern, smooth Jadul, functional
Cocok untuk Brand serius, budget medium Side project, MVP, bootstrapped

Nggak ada yang sempurna. Pilihan tergantung fase bisnis lu.

Tips Praktis Biar Nggak Rugi

Gue belajar banyak dari beberapa kali nyoba crowdsourcing. Ini checklist buat lu:

  1. Brief itu segalanya. Di Squadhelp, lu bisa upload mood board, contoh nama yang lu suka, bahkan voice note. Di Namestation, brief-nya cuma text field kecil, jadi harus super spesifik dalam 2-3 kalimat.
  2. Alokasikan budget untuk revision. Squadhelp include revision, tapi di Namestation kalau lu mau tweak nama yang udah dibeli, harus nego langsung sama kontributor (nggak selalu responsif).
  3. Cek domain dan trademark 3x. Squadhelp cek domain otomatis, tapi trademark-nya cuma basic search. Lu tetep harus hire IP lawyer kalau serius. Di Namestation, semua cek manual.
  4. Manfaatin private contest di Squadhelp. Kalau lu mau privacy (nggak mau ide dicuri), bayar ekstra $50 untuk private contest. Worth it buat industri kompetitif.

Kesimpulan: Gue Pilih Mana?

Kalau lu punya budget di atas $500 dan butuh nama untuk brand jangka panjang, Squadhelp adalah pilihan yang lebih aman. Sistemnya lebih mature, kualitas lebih terjaga, dan lu bisa fokus ke hal lain. Tapi siap-siap aja keluar uang banyak.

Kalau lu bootstrapped atau cuma butuh nama untuk MVP atau side project, Namestation cukup. Lu harus kerja lebih keras kurasi dan cek availability, tapi bisa dapet nama decent dengan budget di bawah $100.

Pernah gue coba kombinasi: brainstorming di Namestation buat dapet keyword, terus pake keyword itu buat brief di Squadhelp. Hasilnya lebih fokus dan dapet nama yang lebih targeted. Kadang hybrid approach itu yang paling efektif.

Yang pasti, jangan percaya sama platform yang janjiin “nama sempurna dalam 24 jam”. Naming itu proses, dan crowdsourcing cuma alat. Brief lu yang jelas dan budget yang realistis yang bakal nentuin hasil akhir. Selamat nyoba, dan semoga lu nggak stuck kayak gue dulu!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Freelance Translator Indonesia: Review Situs Proz Vs Translatorscafe

Sebagai penerjemah freelance, pilihannya cuma dua: cari klien sendiri atau daftar ke…

Sribu Vs Sribulancer: Apa Bedanya Dan Mana Yang Lebih Menguntungkan Freelancer?

Pernah denger freelancer ribut-ribut soal Sribu vs Sribulancer? Biasanya debatnya panjang soal…

Guru.Com Vs Truelancer: Review Platform Freelance Alternatif Yang Sepi Pesaing

Dua platform ini kayak warung kopi yang nggak pernah masuk radar freelancer…

Upwork Vs Fiverr: Mana Yang Lebih Cepat Menghasilkan Dollar Untuk Pemula?

Lo daftar platform freelance, profil diisi lengkap, skill di-list semua, terus… diam.…