Lo daftar platform freelance, profil diisi lengkap, skill di-list semua, terus… diam. Notifikasi kosong melompong. Sound familiar? Pertanyaan “Upwork vs Fiverr yang mana duluan bikin kantong tebal?” itu valid banget, tapi jawabannya nggak hitam-putih. Saya pernah ngerasain dapet job pertamaku di Fiverr dalam 3 hari, sementara di Upwork butuh 3 minggu ngantorin 27 proposal. Tapi di titik lain, temen saya malah sebaliknya. Ini bukan soal mana yang lebih cepat, tapi mana yang lebih cocok dengan cara kerja lo.
Model Bisnis: Pasar vs Toko
Bayangin Upwork itu mall raksasa di mana lo harus nawarin diri ke setiap toko (klien) satu per satu. Fiverr? Lo punya booth sendiri, pasang harga, terus tunggu pembeli datang. Beda mindset total.
Di Upwork, lo aktif cari job posting, kirim proposal, negosiasi rate. Klien nge-post proyek, lo bidding. Ini model service seeker – mereka butuh solusi spesifik, lo datang sebagai problem solver.
Di Fiverr, lo bikin “gig” – paket jasa yang sudah jelas deliverables dan harganya. Klien browsing katalog, banding-bandingin, terus beli. Model service provider – lo jual produk digital, mereka tinggal checkout.
Konsekuensi langsung: Upwork butuh hustle di awal, Fiverr butuh optimasi di awal. Mana yang lebih cepat? Tergantung lo jenis orang yang lebih suka nge-chat atau lebih suka ngedit.
Proses Daftar & Verifikasi: Realita KYC
Dulu, daftar Upwork bisa pakai email sembarangan. Sekarang? Mereka punya AI yang mirip HRD galak. Video verifikasi wajah, tes skill, portofolio screening. Prosesnya bisa 3-7 hari kerja. Kalau ditolak? Bisa appeal, tapi mostly lo harus ganti email dan ulang dari nol.
Fiverr lebih santai. Verifikasi email, sambungkan ke social media, upload ID, selesai. Bisa langsung bikin gig dalam hitungan jam. Tapi jangan senang dulu – gig lo bisa jadi nggak keliatan sama sekali di search result kalau nggak di-SEO dengan benar.
Warning: Upwork punya “Connects” – kayak koin untuk kirim proposal. Dapet 10 gratis per bulan, selebihnya beli 15 Connects seharga $2.40. Fiverr? Gratis unlimited gig posting, tapi mereka potong 20% dari setiap transaksi.

Bidding vs Waiting: The Grind Reality
Ini inti dari perdebatan. Di Upwork, lo nggak bisa duduk manis. Harus rajin cek job feed, filter yang relevan, terus nulis proposal yang nggak generic. Rata-rata pemula butuh 20-30 proposal untuk dapet 1 interview. Hitungan waktu? Bisa seminggu sampai sebulan untuk job pertama.
Triksnya: jangan bidding di job yang sudah ada 20+ proposal. Cari yang baru post 5-15 menit. Gunakan Upwork RSS feed atau tool seperti Uplance untuk notifikasi real-time. Proposal lo harus address pain point klien secara spesifik – copy-paste template itu bunuh diri.
Di Fiverr, lo nunggu. Tapi nunggu itu bukan passive. Lo harus:
- Research keyword pencarian (paket tool seperti Fivlytics)
- Bikin thumbnail gig yang nge-jack (Canva Pro atau Photoshop)
- Set harga kompetitif – jangan langsung $100 kalau lo baru
- Buat 3 paket tiers (Basic, Standard, Premium)
- Stay online 24/7 (serius, ini faktor ranking)
Pemula bisa dapet order pertama dalam 1-7 hari kalau gig lo masuk ke kategori high-demand tapi low-competition. Contoh: “remove background 50 images” lebih cepat laku daripada “design complete brand identity”.
Fee Structure: Siapa yang Potong Lebih Dalam?
Mari kita hitung dollar per dollar. Ambil contoh job $100.
| Item | Upwork | Fiverr |
|---|---|---|
| Service Fee | 10% (jadi $10) | 20% (jadi $20) |
| Payment Processing | 2.75% (termasuk di atas) | Sudah termasuk 20% |
| Withdrawal ke PayPal | $2 per transaction | $1 per transaction |
| Total Diterima | ~$88 | ~$79 |
Tapi ada nuansa. Upwork potong 10% hanya kalau lo sudah collect lebih dari $500 dari klien yang sama. Untuk job pertama? 20% juga. Jadi di awal, sama aja. Bedanya, Upwork punya membership Plus seharga $14.99/bulan dengan 80 Connects. Worth it? Kalau lo serius, iya. Kalau coba-coba, nggak.
Fiverr punya Fiverr Pro – tier khusus untuk freelancer terverifikasi. Fee tetap 20%, tapi lo bisa charge premium. Tapi seleksinya ketat, butuh portofolio luar biasa.
Skill Matchmaking: Mana Panggungmu?
Nggak semua skill cocok di semua platform. Ini data dari observasi pribadi dan komunitas:
Fiverr Friendly Skills:
- Graphic design (logo, social media post, thumbnail)
- Video editing (short-form content, TikTok/Reels)
- Voice over (bahasa Inggris accent clear)
- Writing – tapi spesifik: “write 500 words blog post about keto diet”
- Data entry dan admin tasks (banyak permintaan, tapi harga murah)
Upwork Friendly Skills:
- Web development (WordPress, Shopify, custom coding)
- Digital marketing (FB Ads, Google Ads, SEO campaign)
- Copywriting (sales page, email sequence)
- Virtual Assistant untuk niche (real estate, e-commerce)
- Consulting (business strategy, financial modeling)
Rule of thumb: kalau deliverable-nya bisa distandardize dan jadi paket, Fiverr. Kalau butuh discovery call, brief, dan iterasi panjang, Upwork.
Tips Cepat Dapet Job Pertama (Berdasarkan Platform)
Untuk Upwork:
- Specialized profile adalah kunci. Jangan jadi “Jack of all trades”. Buat profile “React Developer for SaaS Startup” lebih powerful daripada “Web Developer”.
- Leverage “Available Now” badge. Ini boost visibility 30% menurut data Upwork sendiri.
- Kirim proposal pendek (150-200 kata) tapi padat. 2 kalimat intro, 2 kalimat solusi, 1 kalimat timeline, 1 kalimat call-to-action.
- Attach relevant work sample – bukan link portofolio generic, tapi file spesifik yang relate dengan job.
Untuk Fiverr:
- Gig title harus keyword-rich. “I will design modern minimalist logo in 24 hours” lebih SEO-friendly daripada “I will design logo”.
- Harga opening: $5-$10 untuk 1 gig pertama. Goal-nya dapet review, bukan profit. Setelah 10 review 5 bintang, naikkan harga 20%.
- Video gig itu wajib. Gig dengan video preview punya conversion rate 40% lebih tinggi.
- Response time harus under 1 jam. Pakai Fiverr mobile app dengan notifikasi full volume.
Pro tip: Kombinasikan keduanya. Use Fiverr untuk cash flow cepat dan build portofolio. Use Upwork untuk long-term client dan higher ticket project. Jangan taruh telur di satu keranjang.

Verdict: Mana yang Lebih Cepat?
Jawaban singkat: Fiverr untuk hasil dalam hitungan hari, tapi dengan harga murah dan volume tinggi. Upwork untuk hasil dalam hitungan minggu, tapi dengan potensi retainer dan rate lebih tinggi.
Kalau lo butuh income dalam seminggu untuk bayar tagihan, Fiverr adalah jawabannya. Tapi siap-siap jadi buruh gig dengan margin tipis. Kalau lo punya tabungan 1-2 bulan dan fokus build career freelance jangka panjang, Upwork lebih sustainable.
Yang paling penting: stop overthinking. Daftar keduanya hari ini. Buat profil yang cukup decent (bukan perfect). Kirim 5 proposal di Upwork dan publish 3 gig di Fiverr. Lihat mana yang respond lebih dulu. Data lo sendiri lebih valid daripada semua artikel review di internet.
Terakhir, ingat: platform cuma alat. Klien bayar untuk solusi, bukan untuk profil cantik. Fokus ke skill yang solve real problem, dan dollar akan mengikuti – entah lewat Upwork, Fiverr, atau direct client yang nge- DM lo di LinkedIn nanti. Good luck, dan jangan lupa bayar pajak ya.